pengelolaan kelas
A.
Hakikat
Pengelolaan Kelas
1. Pengertian
pengelolaan kelas
Pengelolaan
kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. “pengelolaan” akar katanya
adalah “kelola”. Istilah lain dari kata pengelolaan adalah “management”, yang
berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengaturan atau penataan suatu
kegiatan. Sedangkan kelas menurut Oemar Hamalik (1987: 311) dalam buku Djamarah
(2010: 175) adalah suatu kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama
yang mendapat pengajaran dari guru.
Dapat disimpulkan bahwa
pengelolaan kelas adalah suatu usaha atau kegiatan yang dengan sengaja
dilakukan guna mencapai pengajaran. Lebih tepatnya pengelolaan kelas merupakan
kegiatan pengaturan atau penataan kelas untuk kepentingan pengajaran.
Menurut
Rohani (2004: 127) berpendapat bahwa tindakan pengelolaan kelas adalah tindakan
yang dilaukan oleh guru dalam rangka penyediaan kondisi yang optima agar proses
belajar mengajar berlangsung efektif. Tindakan guru tersebut dapat berupa
tindakan pencegahan yaitu dengan jalan menyediakan kondisi baik fisik maupun
kondisi sosio-emosional dan berupa tindakan korektif terhadap tingkah laku
peserta didik.
Pengelolaan
kelas adalah salah satu tugas guru yang tidak pernah ditinggalkan. Guru selalu
mengelola kelas ketika di melaksanakan tugasnya. Pengelolaan kelas dimaksudkan
untuk menciptakan lingkungan balajar yang kondusif bagi anak didik sehingga
tercapai tujuan pengajaran secara afektif dan efisien. Ketika kelas terganggu,
maka guru berusaha mengembalikan keadaan agar peserta didik tetap fokus dan
tidak menjadi penghalang bagi proses belajar mengajar. Maka pengelolaan kelas
sangat penting diketahui oleh siapa pun yang bergelumat dengan dunia
pendidikan.
2. Tujuan
pengelolaan kelas
Menurut
Suharsimi Arikunto (1988: 68) yang dikutip dari Djamarah (2010: 178)
berpendapat bahwa tujuan pengelolaan kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat
bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara efektif
dan efisien.
Menurut
Sudirman (1991: 311) yang dikutip dari Djamarah (2010: 178) mengemukakan bahwa secara
umum tujuan dari pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi
bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkunga sosial, emosional, dan
intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa
belajara dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan,
suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi
pada siswa.
3. Prinsip-prinsip
pengelolaan kelas
Dalam
rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, prinsip-prinsip
pengelolaan kelas dapat dipergunakan. Maka penting bagi guru untuk mengetahui
dan menguasai prinsip-prinsip pengelolaan kelas menurut Djamarah (2010: 185-186)
adalah sebagai berikut:
a. Hangat
dan antusias, yaitu diperlukan dalam pembelajaran. Guru yang hangat dan akrab
dengan anak didik selalu menunjukkan antusias pada tugasnya atau pada
aktivitasnya akan berhasil dalam mengimplementasikan pengelolaan kelas.
b. Tantangan,
penggunaan kata-kata, tindakan cara kerja atau bahan-bahan yang menantang akan
meningkatkan minat anak didik untuk belajar serta dapat mengendalikan gairah
belajar mereka.
c. Bervariasi,
penggunaan alat atau media, gaya mengajar guru, pola interaksi antara guru
dengan anak didik akan mengurangi munculnya gangguan dan dapat meningkatkan
perhatian anak didik.
d. Keluwesan,
keluwesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mengajarnya dapat mencegah
kemungkinan munculnya gangguan anak didik serta menciptakan iklim pembelajaran
yang efektif.
e. Penekanan
pada hal-hal yag positif, seperti guru memberikan penguatan yang positif, dan
kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya
pembelajaran.
f. Penanaman
disiplin diri, tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat
mengembangkan disiplin diri sendiri. Karena itu guru hendaknya mendorong anak
didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri dan guru sebagai teladan dalam
pengendalian diri dan tanggung jawab.
B.
Penataan
lingkungan kelas
1. Pengaturan
tempat duduk,
Tempat
duduk dapat mempengaruhi siswa dalam belajar. Bila tempatnya bagus, tidak
terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai
dengan keadaan tubuh siswa, maka siswa dapat belajar dengan tenang. Ada beberapa
bentuk formasi tempat duduk yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Apabila
pengajaran itu akan ditempuh dengan cara berdiskusi maka formasi tempat
duduknya sebaiknya berbentuk lingkaran. Apabila metodenya ceramah maka tempat
duduknya sebaiknya berderet memanjang kebelakang.
2. Pengaturan
kelas, diantara alat-alat pengajaran di kelas yang harus diatur adalah sebagai
berikut:
a. Perpustakaan
kelas
Ø Sekolah
yang maju ada perpustakaan di setiap kelas
Ø Pengaturannya
bersama-sama siswa
b. Alat-alat
peraga media pengajaran
Ø Diletakkan
di kelas agar memudahkan dalam penggunaannya
Ø Pengaturannya
bersama-sama siswa
c. Papan
tulis, kapur tulis, dan lain-lain
Ø Ukurannya
disesuaikan
Ø Warnanya
harus kontras
Ø Penempatannya
memperlihatkan stetika dan terjangkau oleh semua siswa
d. Papan
presensi siswa
Ø Ditempatkan
dibagian depan sehingga dapat dilihat oleh semua siswa
Ø Difungsikan
sebagaimana mestinya
3. Penataan
keindahan dan kebersihan kelas
a. Hiasan
dinding, hendaknya dimanfaatkan untuk kepentingan pengajaran seperti burung
garuda, teks proklamasi, peta dan sebagainya.
b. Penempatan
lemari dimaksudkan untuk menempatkan buku di depan dan alat-alat peraga di
belakang.
c. Pemeliharaan
kebersihan
Ø Siswa
bergiliran untuk membersihkan kelas
Ø Guru
memeriksa kebersihan dan ketertiban di kelas
4. Ventilasi
dan tata cahaya
·
Ada ventilasi yang sesuai dengan ruangan
kelas
·
Tidak merokok
·
Pengaturan cahaya perlu diperhatikan
·
Cahaya yang masuk harus cukup
·
Masuknya dari arah kiri, jangan
berlawanan dengan bagian depan
Dalam memberikan pelayanan pada siswa
dalam belajar maka hal-hal berikut dapat dijadikan guru sebagai pegangan yaitu:
mengatur tempat duduk siswa harus mencerminkan belajar efktif, ruangan kelas
yang bersih dan segar akan menjadikan siswa tambah semangat belajar, dan
memelihara kebersihan dan kenyamanan suatu kelas sama artinya dengan
mempermudah siswa menerima pelajaran.
Daftar Rujukan:
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. strategi belajar mengajar. jakarta: rineka cipta.
Rohani, Ahmad. 2004. pengelolaan pengajaran. jakarta: rineka cipta.
Daftar Rujukan:
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. strategi belajar mengajar. jakarta: rineka cipta.
Rohani, Ahmad. 2004. pengelolaan pengajaran. jakarta: rineka cipta.
Daftrar rujukannya lebih diperbanyak lagi kak..
BalasHapusIya terima kasih masukannya
BalasHapus