kegiatan remedial dan kegiatan pengayaan
A.
Kegiatan Remedial
1. Hakikat kegiatan
remedial
Remedial adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk memperbaiki
keterampilan yang kurang baik dalam suatu bidang tertentu. Dikaitkan dengan
kegiatan pembelajaran, kegiatan remedial dapat diartikan sebagai suatu kegiatan
yang dilaksanakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran yang kurang berhasil
dan dapat membantu siswa dalam menguasai materi pelajaran.
Dapat disimpulkan bahwa
Pembelajaran remedial dilakukan setelah guru melakukan penilaian formatif
terhadap peserta didik. Penilaian yang dilakukan guru untuk mengambil keputusan
apakah peserta didik dapat meneruskan program pembelajaran atau harus remedi.
Remedi dilakukan apabila peserta didik belum mencapai tingkat penguasaan
tertentu baik materi, proses, maupun keterampilan yang telah ditetapkan seperti
yang tertuang dalam KD.
2.
Tujuan dan fungsi kegiatan remedial
Tujuan Pembelajaran Remedial adalah
sebagai berikut: a) Untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. b) untuk membantu siswa
yang belum menguasai materi pelajaran melalui kegiatan pembelajaran tambahan.
c) Kemampuan
yang diharapkan dapat berkembang pada peserta didik. d) dengan adanya remedial
maka peserta didik dapat memahami kelemahan dan kekuatan dirinya. e) dapat memahami
penyebab kegagalan belajar peserta didik. f) dapat memilih cara untuk mengatasi
kegagalan belajar sesuai dengan modal dasar belajar yang dimiliki peseta didik.
g) dapat menentukan sumber belajar yang sesuai dengan modal dasar belajar
peserta didik. h) bisa melakukan evaluasi diri terhadap peserta didik.
Fungsi kegiatan remedial adalah sebagai berikut:
a. Korektif, yaitu memperbaiki
cara mengajar dan cara belajar
b. Pemahaman, yaitu memahami
kelebihan/ kelemahan guru dan siswa
c. Penyesuaian, yaitu menyesuaikan
pembelajaran dengan karakteristik siswa
d. Pengayaan, yaitu
menerapkan strategi pembelajaran yang bervariasi
e. Akselerasi,
yaitu mempercepat penguasaan materi
f. Terapeutik, yaitu
membantu mengatasi masalah sosial pribadi.
3. Pendekatan Dalam Kegiatan Remedial
Warkitri
dkk (1991) dalam buku Anitah, mengemukakan tiga pendekatan dalam kegiatan
remedial adalah sebgai berikut:
a. Pendekatan yang
bersifat preventif, yaitu Kegiatan remedial dipandang bersifat preventif
apabila kegiatan remedial dilaksanakan untuk membantu siswa yang diduga akan
mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan. Kegiatan
remedial yang bersifat preventif dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran
biasa dilaksanakan.
b. Pendekatan yang bersifat
kuratif, yaitu Kegiatan remedial dipandang bersifat kuratif apabila
pelakasanaan kegiatan remedial ditujukan untuk membantu mengatasi kesulitan
siswa setelah siswa mengikuti pembelajaran biasa. Kegiatan remedial yang
bersifat kuratif dilaksanakan karena berdasarkan hasil evaluasi pada kegiatan
pembelajaran biasa diketahui bahwa siswa belum mencapai kriteria keberhasilan
atau kompetensi minimal yang telah ditetapkan.
c. Pendekatan yang
bersifat pengembangan, yaitu Kegiatan remedial dipandang bersifat pengembangan
apabila kegiatan remedial dilaksanakan selama berlangsungnya kegiatan
pembelajaran biasa. Melalui kegiatan remedial yang bersifat pengembangan, guru
mengharapkan agar siswa yang mengalami kesulitan dalam menguasai kompetensi
yang ditetapkan secara bertahap dan segera dapat mengatasi kesulitan yang
dihadapinya.
4. Tahap-tahap
Pembelajaran Remidial sebagai berikut:
a.
Diagnosis adalah untuk mengetahui
penyebab kegagalan belajar perlu dilakukan analisis belajar untuk menentukan
peserta didik yang mengalami kegagalan belajar. Gejala-gejala awal kegagalan
peserta didik: peserta didik menunjukkan hasail belajar di bawah rata-rata, hasil
belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan, lambat dalam
melakukan tugas-tugas dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik menunjukkan
tingkah laku yang tidak wajar.
Untuk mengetahui
kesulitan belajar, dapat ditetapkan berdasarkan: tingkat pencapaian KD,
kedudukan peserta didik dalam kelompoknya, perbandingan antara potensi dan
prestasi peserta didik, dan tingkah laku peserta didik di sekolah.
b.
Prognosis, adalah untuk mencari
pemecahan terhadap kesulitan dan hambatan yang dialami oleh peserta didik.
c.
Tindakan perbaikan atau terapi.
5. Jenis jenis kegiatan remedial sebagai berikut:
a. Mengajarkan kembali
b. Menggunakan alat
peraga
c. Kegiatan kelompok
d. Tutorial
e. Sumber belajar yang
relevan
B.
Kegiatan Pengayaan
1. Hakikat kegiatan
pengayaan
Pengayaan dapat berarti penambahan
pengalaman belajar baru. Bagi guru dapat berupa penambahan wawasan tentang
berbagai jenis kesulitan yang dihadapi peserta didik yang bersumber dari
internal maupun eksternal.
2. Jenis kegiatan pengayaan
a. Tutor sebaya adalah ketika
siswa diminta untuk menjelaskan konsep atau ide kepada teman sekelasnya, mereka
akan berusaha mencari cara yang terbaik sehingga temannya dapat memahami
penjelasannya. Melalui kegiatan tutor sebaya, pemahaman siswa terhadap suatu
konsep akan meningkat karena di samping mereka harus menguasai konsep atau ide
yang akan dijelaskan mereka juga harus mencari teknin untuk menjelaskan konsep
atau ide tersebut.
b. Mengembangkan latihan,
Siswa kelompok cepat dapat diminta untuk mengembangkan latihan praktis yang
dapat dilaksanakan oleh teman temannya yang lambat sehingga mereka akan lebih
mudah memahami materi pelajaran.
c. Mengembangkan media
dan sumber pembelajaran
DAFTAR RUJUKAN
Anitah, sri. 2014. Materi
Pokok Strategi Pembelajaran di SD. Tangerang: Universitas Terbuka
Rujukannya tolong lebih banyak lagi kak..
BalasHapusIya terima kasih kriitiknya dan sarannya
BalasHapus