Prosedur Pembelajaran
Prosedur
Pembelajaran
Prosedur pembelajaran
menekankan pada performa guru atau keterampilan-keterampilan yang dimiliki
ketika akan melaksanakan pembelajaran di kelas. Agar prosedur atau pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan
efektif maka diperlukan keterampilan guru dalam menguasai materi atau
bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Agar terlaksananya
suatu pembelajaran dengan baik dan efektif seorang guru hendaknya juga mampu menguasai
serta memberlakukan suatu metode dan media dengan tepat .
Menurut Suprihatiningrum,
Jamil (2016: 119) mengatakan bahwa prosedur atau pelaksanaan pembelajaran
merupakan cara melakukan atau menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan
memberi latihan demikian, dapat dikatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan
perpaduan dari urutan kegiatan, cara pengorganisasian materi pembelajaran dan
siswa, peralatan dan bahan, serta waktu yang digunakan dalam proses
pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan.
Prosedur pembelajaran meliputi kegiatan
pra dan awal pembelajaran, kegiatan inti dalam pembelajaran, serta kegiatan
akhir dan tindak lanjut pembelajaran.
1.
Kegiatan pra dan awal pembelajaran
Beberapa
pendapat para ahli mengenai kegiatan pra dan awal pembelajaran, yaitu:
Menurut
Muslich (2007: 72) yang dikutip dari Suprihatiningrum, Jamil (2016: 119)adalah
sebagai berikut:
a. Mempersiapkan
siswa untuk belajar; mencakup kehadiran,
kerapian, ketertiban, dan perlengkapan pelajaran.
b. Melakukan
kegiatan apersepsi; mengaitkan materi pelajaran sekarang dengan pengalaman
siswa atau pembelajaran sebelumnya (termasuk kemampuan prasyarat), mengajukan
pertanyaan menantang, menyampaikan manfaat materi pembelajaran dan
mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan materi pembelajaran.
Menurut Sugiyar, dkk (2009) dikutip dari Sumantri,
Mohamad Syarif (2016: 4) memaparkan bahwa tahap permulaan daam proses
pembelajaran adalah tahapan yang ditempuh oleh guru pada saat ia memulai proses
pembelajaran. Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru adalah:
a. Guru menanyakan kehadiran siswa, dan mencatat siapa yang tidak hadir. Kehadiran siswa
dalam pembelajaran dapat dijadikan salah satu tolak ukur kemampuan guru
mengajar. Tidak selalu ketidakhadiran siswa disebabkan kondisi siwa dalam
keadaan sakit, malas, bolos, dan lain-lain, tetapi bisa juga terjadi karena
pembelajaran dari guru yang tidak menyenangkan atau sikapnya yang tidak disukai
oleh siswanya atau karena tindakan guru pada waktu pembelajaran sebelumnya
dianggap merugikan mereka seperti penilaian yang tidak adil, dan memberi hukuman yang terlalu berat bagi siswa.
b. Bertanya
kepada siswa, sampai dimana pembahasan pelajaran sebelumnya. Ini bertujuan
untuk menguji dan mengecek kembali ingatan mereka terhadap bahan yang telah
dipelajari.
c. Mengajukan
pertanyaan kepada siswa di kelas atau siswa tertentu tentang bahan pelajaran yang
sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sampai sejauh
mana pemahaman materi yang telah diberikan.
Menurut Rusman (2017: 20) berpendapat bahwa dalam
kegiatan pendahuluan pembelajaran sebagai berikut:
a. Menyiapkan
peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
b. Mengajukan
pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan
materi yang akan dipelajari.
c. Mengantarkan
peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk
mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan
dicapai.
d. Menyampaikan
garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan
peserta didik untuk menyelesaikan permaslahan atau tugas.
Maka dalam kegiatan pra dan awal pembelajaran yaitu
seorang guru harus memperhatikan dan mempersiapkan keadaan siswanya dari segi
fisik maupun psikisnya. Siswa yang siap fisik dan psikis maka nantinya akan
dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Tidak hanya fisik dan psikis
siswa seorang guru juga hendaknya menggali kembali pengetahuan dan pemahaman
yang didapat siswa dari pembahasan materi sebelumnya sebelum beralih ke pembahasan
berikutnya supaya pengetahuan dan pemahaman yang didapat sebelumnya dapat
membekas dan teroptimal dengan baik.
2.
Kegiatan inti dalam pembelajaran
Beberapa pendapat para
ahli mengenai kegiatan inti dalam pembelajaran, yaitu:
Menurut Rusman (2017: 21) berpendapat bahwa kegiatan
inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan yang dilakukan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
secara aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Sependapat dengan Rusman, Suprihatiningrum, Jamil (2016:
125-126) juga mengemukakan bahwa, kegiatan inti merupakan proses pembelajaran
untuk mencapai tujuan yang dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk secara aktif menjadi
pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas
dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. Kegiata inti menggunakan metode yang disesuaikan
dengan karakteristik siswa dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Menurut Sumantri, Mohamad Syarif (2016: 5-6)
berpendapat bahwa dalam inti pembelajaran dapat diidentifikasi beberapa
kegiatan sebagai berikut:
a. Menjelaskan
kepada siswa tujuan pembelajaran yang harus dicapai mereka. Informasi tujuan penting
diberikan kepada siswa karena tujuan tersebut harus dicapai setelah
pembelajaran selesai.
b. Menuliskan
pokok materi yang akan dibahas hari itu yang diambil dari buku sumber yang
telah disiapkan sebelumnya.
c. Membahas
pokok materi yang telah dituliskan tadi.
d. Pada
setiap kelompok materi yang dibahas sebaiknya diberikan contoh-contoh konkret.
e. Penggunanaan
alat bantu pembelajaran untuk memperjelas pembahasan setiap pokok materi sangat
diperlukan.
Maka dalam kegiatan inti pembelajaran siswa harus
tau, paham dan mengerti tujuan dari pembelajaran itu tersebut. Sehingga siswa
mampu dan aktif dalam proses pembelajaran. Mereka berusaha sendiri mencari
hal-hal yang terkait dengan materi yang akan dibahas. Tidak hanya dari pihak
siswa tapi guru hendaknya juga aktif dan inovatif dalam pengunaan media atau
hal-hal yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan sebagai penunjang
keberhasilan pembelajaran.
3.
Kegiatan akhir dan tindak lanjut
pembelajaran
Beberapa
pendapat para ahli mengenai Kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran,
yaitu:
Menurut
Sumantri, Mohamad Syarif (2016: 6-7) berpendapat bahwa kegiatan yang dilakukan
pada tahapan ini antara lain:
a. Mengajukan
pertanyaan kepada kelas, atau kepada beberapa siswa. Mengenai semua pokok
materi yang telah dibahas pada tahapan kedua. Pertanyaan yang diajukan
bersumber dari bahan pembelajaran. Pertanyaan dapat diajukan berupa lisan dan
tulisan.
b. Apabila
pertanyaan yang diajukan belum dapat dijawab oleh siswa atau yang menjawab
kurang dari 70% maka guru harus mengulang kembali materi yang belum dikuasai
siswa.
c. Untuk
memperkaya pengetahuan siswa terhadap kompetensi yang dibahas, guru dapat
memberi tugas yang ada hubungannya dengan topic atau materi yang telah
dipelajari.
d. Akhiri
pelajaran dengan menjelaskan atau memberi tau pokok materi yang akan dibahs
pada pelajaran berikutnya.
Suprihatiningrum, Jamil (2016: 127-128) berpendapat
bahwa dalam kegiatan penutup, yaitu:
a. Guru
bersama-sama dengan siswa atau sendiri membuat rangkuman pelajaran.
b. Melakukan
penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan
terprogram.
c. Memberikan
umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
d. Merencanakan
kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedy, program pengayaan,
layanan konseling, dan memberikan tugas, baik tugas individu maupun kelompok
sesuai dengan hasil belajar siswa.
e. Menyampaikan
rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Maka di dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut
pembelajaran adanya kegiatan yang menekankan pemahaman siswa dengan materi yang
telah diajarkan atau yang telah dibahas. Siswa dan guru sama-sama bisa membuat
kesimpulan atau rangkuman mengenai materi yang dibahas sehingga mampu
melanjutkan ke materi pembelajaran berikutnya
Daftar Rujukan:
Rusman. 2017. Belajar
dan pembelajaran (berorientasi standar proses pendidikan). Jakarta: PT Kharisma
Putra Utama.
Sumantri, Mohamad Syarif. 2016. Teori dan Praktik di Tingkat Pendidikan Dasar. Jakarta: Rajawali
Pers.
Suprihatiningrum, Jamil. 2016. Strategi pembelajaran (Teori dan Aplikasi). Jogjakarta: Ar-Ruz
Media.
Bagaimana pengaruh pembelajaran inti terhadap pembelajaran akhir/tindak lanjut ?
BalasHapusKetika guru meengalami keterlambatan dalam mengalami pembelajaran, apakah proses prapembelajaran masih valid untuk dilaksanakan ?
BalasHapus