Pemilihan Metode Mengajar
Pemilihan
Metode Mengajar
Metode
mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan pelajaran kepada peserta didik. Oleh sebab itu, guru
dalam memilih metode mengajar harus tepat dengan tujuan dan sasaran yang telah
ditetapkan. Pemilihan metode sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan
diperoleh. Serta pemilihan metode yang tepat akan menimbulkan pembelajaran yang
edukatif, kondusif dan menantang.
A.
Hakikat
dan faktor-faktor dalam pemilihan metode mengajar
Metode adalah cara
yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan agar tujuan tercapai secara optimal. Metode digunakan merealisasikan
strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, metode dalam rangkaian sistem
pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Keberhasilan implementasi
strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan metode
pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat
diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. (Sanjaya, Wina 2016:
7)
Mengajar merupakan
upaya guru dalam menciptakan situasi belajar, metode yang digunakan oleh guru
diharapkan mampu menumbuhkan berbagai kegiatan belajar bagi peserta didik
sehubungan dengan kegiatan mengajar guru. Dengan kata lain, proses belajar
mengajar merupakan proses interaksi edukatif antara guru yang menciptakan
suasana belajar dan peserta didik memberi respon terhadap usaha guru tersebut.
Oleh karena itu, metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan
kegiatan belajar bagi peserta didik, dan upaya guru dalam memilih metode yang
baik merupakan upaya mempertinggi mutu pengajaran atau pendidikan yang menjadi
tanggung jawabnya. (Hamdayana, Jumanta 2016: 94).
Menurut Winarno
Surakhmad (1999: 97) yang dikutip dari Djamarah, Syaiful Bahri,dkk (2010:
78-81) mengatakan bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh
beberapa faktor sebagai berikut:
1.
Anak
didik, perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual dan
psikologis mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode yang mana guru dapat
menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam jangka waktu yang relative
lama demi tercapainya tujuan pengajaran yang telah ditentukan. Dengan demikian
kematangan anak didik yang bervariasi mempengaruhi pemilihan dan penentuan
metode pengajaran.
2.
Tujuan,
adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Perumusan
tujuan akan mempengaruhi kemampuan pada diri anak didik. Proses pengajaran pun
dipengaruhinya. Maka metode yang guru pilih harus sejalan dengan kemampuan yang
hendak diisi ke dalam diri setiap anak didik. Jadi, metodelah yang harus tunduk
kepada kehendak tujuan dan bukan sebaliknya.
3.
Situasi,
situasi kegiatan belajar mengajar yang guru ciptakan tidak selamanya sama dari
hari ke hari. Maka guru harus memilih metode yang sesuai dengan situasi yang
diciptakan.
4.
Fasilitas,
merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik do sekolah.
Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
5.
Guru,
kepribadian, latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru
mempengaruhi kompetensi, kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode
menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode.
B.
Jenis-jenis
metode mengajar
Menurut Suprihatininggrum, Jamil ( 2016: 286-294) jenis-jenis metode
mengajar adalah sebagai berikut:
1.
Metode
Ceramah
adalah cara
menyampaikan materi secara lisan satu arah dari guru ke siswa. Pada umumnya
siswa pasif menerima penjelasan dari guru. Sampai saat ini metode ceramah masih
banyak digunakan karena lebih fleksibel dan tidak membutuhkan waktu yang banyak
untuk menyampaikan satu materi.
Kelebihan metode
ceramah yaitu: membutuhkan waktu yang singkat, mempermudah pengorganisasian
kelas, mempermudah guru dalam menguasai kelas, meningkatkan motivasi siswa,
memungkinkan untuk divariasi dengan metode pembelajaran yang lain karena lebih
fleksibel, dan mampu mengatasi kelangkaan bahan bacaan karena materi cukup
diberikan melalui ceramah.
Kelemahan meode
ceramah yaitu, pemahaman siswa terhadap materi tidak mudah diketahui oleh guru,
siswa cenderung pasif, menimbulkan rasa bosan, menghambat daya pikir siswa
untuk lebih kritis serta inovatif.
2.
Metode
Diskusi
Dalam metode diskusi
siswa berkomunikasi tentang materi pelajaran dengan siswa lain dan guru yang
dilakukan secara berkelompok. Anggota kelompok sebaiknya memiliki keragaman
dalam hal kemampuan akademik maupun sosial. Tujuan dari metode ini adalah
meningkatkan motivasi dan memberi rangsangan kepada sisiwa untuk lebih aktif.
Kelebihan metode
diskusi yaitu, menghidupkan suasana kelas, melatih siswa untuk menghargai
pendapat orang lain, meningkatkan kepercayaan diri siswa, memberikan kesempatan
bagi siswa untuk mengutarakan pendapatnya, merangsang siswa untuk berfikir
kritis, mempermudah pemahaman materi dan dapat meningkatkan prestasi siswa.
Kelemahan metode
diskusi yaitu, diskusi hanya dikuasai oleh anak-anak yang aktif dan suka
berbicara, hasil diskusi kadang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran,
membutuhkan waktu yang cukup lama, hanya dapat diterapkan untuk kelompok kecil
saja dan anggota kelompok hanya mendapatkan informasi secara terbatas.
3.
Metode
Tanya Jawab
Merupakan metode
pembelajaran dimana guru mengajukan pertanyaan dan siswa menjawab. Guru tidak
memberikan ceramah mengenai materi pelajaran tapi menyuruh siswa untuk membaca
materi baru setelah itu dilakukan proses tanya jawab.
Kelebihan metode
tanya jawab yaitu, menjadikan siswa lebih aktif, dapat menarik perhatian siswa,
merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir serta daya ingat,
memberikan peluang bagi siswa untuk menanyakan kembali tentang materi yang
belum dipahaminya, melatih siswa dalam menyusun dan menjawab pertanyaan serta
dapat menghidupkan suasana kelas.
Kelemahan metode
tanya jawab yaitu, menimbulkan perasaan takut siswa untuk menjawab, kesulitan
dalam membuat pertanyaan, pertanyaan serta jawaban yang menyimpang dari materi,
membuang banyak watu jika pertanyaan tidak berhasil dijawab, dan banyak siswa
yang tidak mendapatkan kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
4.
Metode
Demontrasi
Adalah dilakukan
dengan cara memperagakan kejadian, cara kerja alat, atau urutan kegiatan baik
secara langsung atau dibantu media pembelajaran yang sesuai dengan materi
pembelajaran. Metode demonstrasi bertujuan untuk memperjelas konsep dan proses
terjadinya sesuatu karena siswa melihat sendiri proses tersebut. Dengan melihat
sendiri suatu proses, sehingga terhadap materi yang disampaikan siswa dapat
paham dan mengerti.
Kelebihan metode
demonstrasi yaitu, memperjelas materi pembelajaran, mempermudah pemahaman
siswa, meningkatkan ketertarikan siswa pada materi, merangsang siswa untuk
aktif mengamati, siswa lebih kosentrasi, meningkatkan daya serap siswa,
meningkatkan aktivitas serta minat belajar siswa, dan juga dapat menghemat
waktu.
Kelemahan metode
demonstrasi yaitu, memerlukan keterampilan khusus dalam memperagakan materi,
memerlukan fasilitas yang memadai, memerlukan persiapan dan perencanaan yang
matang, tidak ekonomis, serta tidak dapat diaplikasikan terhadap siswa yang
difabel.
5.
Metode
Eksperimen
Yaitu siswa dituntut
untuk melakukan percobaan atau mengamati suatu proses dan hasilnya. Metode ini
bertujuan untuk membekali siswa dengan metode ilmiah. Kelebihan metode
eksperimen yaitu, membuat siswa percaya atas kebenaran berdasarkan percobaan
yang dilakukan, melahirkan kreatifitas dan inovasi baru siswa, melatih sikap;
teliti, jujur dan bertanggungjawab dalam diri siswa, serta dapat melatih
keterampilan menganalisis serta memecahkan dan menarik kesimpulan. Kelemahan
metode eksperimen yaitu, memerlukan alat dan bahan, dan hasil percobaan tidak
selalu sama dengan teori.
6.
Metode
Resitasi (pemberian tugas)
Metode ini banyak
digunakan guru dengan cara memberikan tugas yang harus dilakukan siswa, baik
selama di kelas maupun diluar kelas. Metode ini memberikan kesempatan belajar
bagi siswa di luar kelas. Misalnya di perpustakaan, mesjid atau lingkungan
sekitar yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
Kelebihan metode ini
yaitu, merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar, meningkatkan;
kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kreativitas siswa, meningkatkan
pemahaman siswa terhadap materi, dan siswa dapat memahami makna dan manfaat
dari materi yang dipelajari.
Kelemahan metode
resitasi yaitu, guru tidak dapat mengontrol siswa, guru sulit membedakan siswa
mana yang aktif dan yang pasif, adanya kendala guru dalam menentukan tugas yang
sesuai dengan perbedaan kemampuan individu siswa, tugas yang diberikan harus
dimodifikasi terlebih dahulu.
7.
Metode
Karyawisata
Dilakukan dengan cara
mangajak anak-anak ke luar kelas untuk dapat memperlihatkan peristiwa-peristiwa
yang ada hubungannya dengan materi pelajaran. Kelebihan metode ini yaitum
pengalaman dapat langsung dirasakan oleh siswa, siswa dapat aktif selama
kegiatan, menjadikan siswa untuk mandiri dan kreatif, dan membuat suasana
belajar lebih menyenangkan. Kelemahan metode karyawisata anatara lain,
membutuhkan waktu yang banyak, memerlukan persiapan yang matang dan tidak
ekonomis, serta membutuhkan perhatian khusus dari siswa.
C.
Hubungan
pengalaman belajar dengan metode mengajar
Hasil
belajar siswa atau prestasi belajar siswa akan diperoleh setelah siswa menempuh
proses atau pengalaman belajarnya. Learning
experience atau pengalaman belajar merupakan suatu proses kegiatan belajar
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Proses kegiatan belajar mengajar sangat
dipengaruhi oleh alternatif metode mengajar yang digunakan oleh guru.
Metode
mengajar merupakan suatu cara yang digunakan oleh seorang guru dalam
mengajarkan atau membelajarkan siswa agar terjadi interaksi dalam proses
pembelajaran. Setiap metode pembelajaran masing-masing memiliki karakteristik
yang berbeda dalam membentuk pengalaman belajar siswa, tetapi satu dengan
yang lainnya saling menunjang.
Pengalaman
belajar (Learnig experience) yang
diharapkan adalah terjadi adanya aktivitas belajar yang tinggi dari siswa.
Pendekatan yang digunakan untuk membentuk pengalaman siswa adalah cenderung
dengan pendekatan keterampilan proses. Keterampilan proses merupakan pendekatan
belajar mengajar yang mengarah pada pengembangan kemampuan - kemampuan
mental, fisik dan sosial yang mendasar sebagai penggerak kemampuan- kemampuan
yang lebih tinggi dalam diri siswa (Depdikbud, 1990: 9).
DAFTAR RUJUKAN:
Depdikbud.
1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Jakarta: Balai Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Strategi Belajar Mengajar (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.
Hamdayana, Jumanta. 2016. Metodologi Pengajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Sanjaya, Wina. 2016. Strategi Pembelajaran (Berorientasi Standar Proses Pendidikan). Jakarta:
Kencana.
Suprihatininggrum, Jamil. 2016. Strategi Pembelajaran (Teori dan Aplikasi). Jogjakarta: Bumi
Aksara.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMenurut saudari, dari sekian banyaknya metode, apakah penerapan metode yg efektif sudah baru bisa diletahui ketika sudah mendapatkan evaluasi dari hasil belajar,apakah tidak cukup melalui penjelasan dari teori saja ?
BalasHapusJelaskanlah karakteristik masing- masing metode mengajar?
BalasHapus