Hakikat Media Pembelajaran



A.    Hakikat, Fungsi dan Peranan Media Pembelajaran
Menurut Heinich, dkk (1993) dalam buku Sri Anitah (2008:6.3) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan juga bantuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara”. Media pembelajaran membawa pesan-pesan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran mengaitkan hubungan antara media dengan peran dan metode dalam proses pembelajaran.
Sesuai dengan pendapat di atas menurut Djamarah dan Zain (2010: 120) mengemukakan bahwa Media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Bila Media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan. Sehingga dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.
Menurut  Priansa (2017: 131) fungsi Media pembelajaran dapat diidentifikasi dari kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran. Ada 3 kelebihan media pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kemampuan fiksatif, yaitu kemampuan media untuk  menangkap,menyimpan, dan menampilkan kembali suatu objek atau kejadian. Dengan kemampuan ini, objek atau kejadian dapat digambar, dipotret, direkam, difilmkan, kemudian dapat disimpan, dan pada saat dibutuhkan dapat digunakan kembali.
2.  Kemampuan manipulatif, yaitu kemampuan media untuk dimanipulasi sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan pembelajaran.
3.    Kemampuan distributif, yaitu kemampuan media dalam menjangkau target audiens (peserta didik) yang besar jumlahnya dalam satu kali penggunaan. Misalnya memanfaatkan siaran TV atau radio.

Menurut Kemp dan Dayton yang dikutip dari Hamdani (2011: 73) fungsi dari media adalah sebagai berikut:
1.      Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan.
2.      Proses pembalajaran menjadi lebih jelas dan menarik.
3.      Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif.
4.      Efisiensi dalam waktu dan tenaga.
5.      Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.
6.   Memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
7.  Media dapat menumbuhkan sikap positif terhadap materi dan proses belajar.
8.      Mengubah peran guru kea rah yang lebih positif produktif.

Adapun peranan Media menurut Djamarah dan Zain (2010: 121-122) adalah 1) Media sebagai Alat Bantu, maksudnya setiap materi pelajaran memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi agar suatu bahan pelajaran yang rumit atau kompleks dapat dicerna serta dipahami dan dimengerti oleh peserta didik maka diperlukan alat bantu berupa media demi tercapainya tujuan pengajaran. 2)  media sebagai sumber belajar, yaitu media termasuk salah satu sumber belajar ikut membantu guru memperkaya wawasan anak didik. Aneka macam bentuk dan jenis media yang digunakan oleh guru menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi anak didik. Kalau dalam pendidikan di masa lalu guru merupakan satu-satunya sumber belajar, lain halnya pada masa sekarang dengan berkembangnya teknologi berbagai bentuk dan jenis maka dapat dijadikan sebagai media untuk sumber belajar dalam proses belajar mengajar.

B.     Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran
Menurut Djamarah dan Zain (2010: 124-126) Media pembelajaran pada umumnya dapat di kelompokkan ke dalam 3 klasifikasi, yaitu:

1.      Dilihat dari jenisnya, media dibagi ke dalam;
a.     Media Visual, Merupakan media yang hanya dapat dlihat dengan menggunakan indera penglihatan. Jenis media inilah yang sering digunakan oleh guru-guru sekolah dasar untuk membantu menyampaikan isi atau materi pembelajaran. misalnya menampilkan gambar diam seperti film strip (film rangkai), slides foto, dan lukisan.
b.    Media Audio, Merupakan media yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan para siswa untuk mempelajari bahan ajar. Seperti Kaset Suara, CD Audio dan Program Radio.
c.    Media Audio Visual, Merupakan media yang kombinasi audio dan visual atau disebut media pandang dengar. Dalam hal ini guru tidak selalu punya peran sebagai penyaji materi, tetapi penyajian materi bisa diganti oleh media audio visual dan peran guru beralih menjadi fasilitator belajar. Contoh dari media audio visual yaitu: Program video/televisi pendidikan, Video/televisi instruksional, Program slide suara dan Program CD interaktif.

2.      Dilihat dari liputnya, dibagi dalam;
a.       media dengan daya liput luas dan serentak, yaitu penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contohnya radio dan televisi.
b.      Media dengan alat liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, yaitu media yang penggunaannya membeutuhkn ruang dan tempat yang khusus, seperti film.
c.       Media untuk pengajaran individual, yaitu media yang penggunaannya hanya untuk seorang diri.

3.      Dilihat dari bahan pembuatannya, dibagi dalam;
a.       media sederhana, yaitu bahan dasrnya mudah diperoleh dan ekonomis, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.
b.      Media kompleks, adalah bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh serta mahal, sulit membuatnya dan pengunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.

C.    Pemilihan Penggunaan, Perawatan Media Pembelajaran Sederhana
1.      Pemilihan Media Pembelajaran, Terdapat tiga hal utama yang perlu menjadi dasar pemilihan media, yaitu;
a.    Tujuan Pemilihan Media Pembelajaran, Dalam hal ini harus ada tujuaan pemilihan media pembelajaran yang jelas.
b.      Karakteristik Media Pembelajaran, Setiap media pembelajaran memiki karakterisitk tertentu, baik dilihat dari segi kendalanya, cara pembuatannya maupun cara penggunannya.
c.     Alternatif Media Pembelajaran yang dapat Dipilih, Memilih media pada dasarnya merupakan proses mengambil atau menentukan keputusan dari berbagai bahan pilihan yang ada.

2.      Penggunaan Media Pembelajaran
a. Penggunaan Media Grafis, yaitu Cara menggunakan grafis, Cara menggunakan bagan dan diagram, Cara menggunakan poster dan Cara menggunakan kartun.
b.     Penggunanaan Media Tiga Dimensi

3.      Pemeliharaan media Pembelajaran
a. Dalam media grafis cara perawatannya yaitu dengan tidak menyimpannya  tidak digulung atau dilipat.
b.      Diupayakan dengan pembuatan display atau papan penyajian.
c. Sediakan ruang tertentu untuk penyimpanan berbagai media pembelajaran.

D.    Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar
Sumber belajar  dapat diartikan sebagai segala hal di luar diri anak didik yang memungkinkannya untuk belajar, dapat  berupa pesan, orang, bahan, alat teknik dan lingkungan. Pembelajaran yang sedang dikembangkan sekarang adalah pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang dikenal dengan pembelajaran konteksual.
Guru dalam mengajar tidak terikat pada buku teks, dan menjelaskan kepada siswa tentang konsep-konsep, istilah-istilah dan teori-teori di kelas secara abstrak dan siswa berusaha untuk memahami jalani pikiran guru. Guru menjadi satu-satunya sember belajar dan pembelajaran berpusat pada guru.

Manfaat lingkungan sebagai sumber belajar sebagai berikut:
1.   Membuat siswa mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman langsung.
2. Membuat siswa mudah mencapai sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan
3.  Membuat siswa mengenal dan mencintai lingkungan yang pada akhirnya   mengagumi dan       mengagungkan penciptanya
4.      Membuat pelajaran lebih konkrit
5.      Biaya relatif murah
6.      Penerapan ilmu menjadi lebih mudah, sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga siswa akan merasakan bahwa belajar itu bermakna dan       menarik.
7.      Sesuai dengan prinsip didaktik dan perkembangan yaitu:
a.       Anak berbeda dalam kemampuan dan kecepatan belajarnya.
b.  Anak berkembang secara optimum sesuai dengan perkembangan fisik, intelektual, sosial serta perasaan berdasarkan azas kebebasan (aktualisasi diri).
c. Belajar dari yang : Konkrit ke abstrak, Mudah/sederhana ke yang sukar/majemuk, Dekat ke yang jauh, Sudah diketahui/dikuasai kepada yang belum diketahui/dikuasai.

8.     Mengembangkan motivasi dan prinsip “Belajar  Bagaimana Belajar”, dengan dasar metoda ilmiah dan pengembangan ketrampilan proses, sehingga tertanam sikap ilmiah.


Daftar Pustaka
Anitah, sri. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia..
Priansa, Juni Donni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran. Bandung: Pustaka Setia.


Komentar

  1. Berikan contoh salah satu materi pelajaran yg sangat di bantu dalam penyampaiannya ketika menggunakan media

    BalasHapus
    Balasan
    1. Contohnya materi tentang organ tubuh manusia..karena organ tubuh terdapat dalam tubuh manusia dan anak lebih mengenal dan paham apabila dalam mengajarkannya lebih efektif apabila dibantu dg menggunakan media

      Hapus
  2. Apkah menggunakan media pembelajaran akan memudahkan siswa dalam proses belajar? Jelaskan dan berika contoh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..dalam pembelajaran akan lebih mudah apabila menggunakan media..saah satu contohnya seperti contoh diatas

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

model-model belajar dan rumpun model mengajar

Disiplin Kelas dan pembelajaran yang efektif

pengelolaan kelas