model-model belajar dan rumpun model mengajar
Model-model
Belajar dan Rumpun Model Mengajar
A.
Model-model Belajar
Model-model
belajar sangat dibutuhkan oleh guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Sehingga dengan adanya model-model pembelajaran maka guru dapat merencanakan berbagai program
pembelajaran, seperti program individual di dalam kelas dan dapat merencanakan
pengalaman belajar bagi anak di dalam kelas.
Seorang
guru kreatif dan profesional harus mampu menerapkan model-model belajar sesuai dengan kemampuan atau karakteristik siswanya.
Penerapan model-model belajar yang salah atau tidak sesuai maka nantinya akan berpengaruh
terhadap hasil belajar siswa atau dalam proses pembelajaran kurang efisien. Maka
dengan adanya model-model belajar baik guru maupun siswa dalam proses belajar
mengajar dapat berjalan secara terarah dan terencana.
Beberapa macam model-model
belajar menurut (Anitah W., Sri, 2008: 3.3-3.12) adalah sebagai berikut:
1. Belajar Kolaboratif
Kolaboratif
dikatakan apabila dua orang atau lebih bekerja sama, memecahkan masalah bersama
untuk mencapai tujuan tertentu. Didalam kolaboratif harus adanya tujuan yang
sama dan saling ketergantungan yang positif. Seperti dalam mencapai tujuan
tertentu siswa diharapkan mampu bekerja sama dengan teman untuk menentukan
strategi pemecahan masalah yang diberikan oleh guru dan setiap anggota kelompok
saling ketergantungan satu dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang
diinginkan.
Dalam belajar kolaboratif hal yang harus
diperhatikan sebagai prinsip-prinsip belajar sebagai berikut:
a.
Mengajarkan keteampilan kerja sama, mempraktikkan,
dan balikan diberikan dalam hal baik.
b.
Kegiatan kelas ditingkatkan untuk
melaksanakan kelompok yang kohesif.
c.
Individu-individu diberi tanggung jawab
untuk kegiatan belajar dan perilaku masing-masing.
Manfaat Belajar
Kolaboratif sebagai berikut:
a.
Meningkatkan pengetahuan anggota
kelompok dengan berinteraksi dalam kelompok.
b.
Belajar memecahkan masalah dalam
kelompok.
c.
Memupuk rasa kebersamaan antar siswa.
d.
Menjadikan pribadi yang berani dalam memunculkan
ide atau gagasan.
e.
Menumbuhkan rasa tanggung jawab.
f.
Setiap anggota melihat dirinya sendiri
sebagai milik kelompok.
Maka dalam menerapkan model belajar
kolaboratif ini dalam pembelajaran diharapkan siswa mampu bekerja sama dalam
tim atau kelompok-kelompok kecil yang mana nantinya akan timbul kepercayaan
diri, adanya interaksi antar anggota kelompok serta mampu dalam mengidentifikasi
suatu masalah dan menyelesaikannya secara tim.
2.
Belajar Kuantum
Istilah
Kuantum secara harfiah yaitu “kualitas sesuatu”. Kuantum mekanis merupakan
suatu tentang gerakan-gerakan partikel . Quantum
Learning merupakan seperangkat metode dan falsafah belajar. Beberapa teknik
yang digunakan dalam belajar kuantum yaitu: 1) Mendudukkan siswa secara nyaman.
2) Memasang musik latar di dalam kelas. 3) Meningkatkan partisipasi individu.
4) Menggunakan poster untuk memberikan kesan sambil menunjukkan informasi. 5) Menyediakan
guru-guru yang terlatih dalam seni pembelajaran.
Prinsip-Prinsip Utama Pembelajaran
Kuantum adalah:
a. Segala
sesuatu baik yang ada di dalam tubuh maupun di luar mengirimkan pesan tentang
belajar.
b. Segalanya
memiliki tujuan yang jelas.
c. Belajar
dari pengalaman.
d. Menghargai
setiap usaha yang sudah dilakukan.
e. Merayakan
setiap keberhasilan yang sudah dicapai.
Manfaat Belajar Kuantum yaitu:
a. Suasana
kelas yang menyenangkan sehingga membuat siswa bergairah belajar.
b. Siswa
dapat memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekelilingnya.
c. Belajar
sesuai dengan gaya belajar masing-masing.
d. Menghargai
apa yang disampaikan guru.
Di dalam pembelajaran kuantum ini
mengedepankan unsur-unsur kebebasan, santai,menyenangkan dan mampu mengarahkan.
3.
Belajar Kooperatif
Kooperatif
dapat diartikan sebagai bekerja sama untuk menyelesaikan suatu tujuan. Di dalam
pembelajaran ini siswa mencari keuntungan untuk dirinya sendiri tapi juga
menguntungkan untuk semua orang. Belajar kooperatif merupakan belajar dalam
kelompok kecil sehingga siswa bekerja sama untuk memaksimalkan kegiatan
belajarnya. Prinsip Utama Belajar Kooperatif adalah Kesamaan Tujuan dan Ketergantungan
Positif.
Perbedaan
antara belajar kooperatif dengan belajar kelompok:
|
Belajar
Kooperatif
|
Belajar
Kelompok
|
|
Memiliki
beragam model dan teknik
|
Hanya
memiliki satu model
|
|
Memiliki
struktur, jumlah, dan teknik tertentu
|
Memiliki
satu cara
|
|
Mengaktifkan
semua anggota kelompok untuk berperan serta dalam penyelesaian tugas.
|
Menimbulkan
gejala ketergantungan antar anggota kelompok
|
|
Belajar
kooperatif menggalang potensi sosialisasi di antara anggotanya.
|
Sangat
tergantung dari niat baik setiap anggota kelompok.
|
Manfaat
belajar Kooperatif yaitu: 1) Meningkatkan hasil belajar. 2) Meningkatkan
hubungan antar kelompok. 3) Meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi
belajar. 4) Menumbuhkan realisasi kebutuhan pelajar. 5) Memadukan dan
menerapkan pengetahuan dan keterampilan. 6) Meningkatkan perilaku dan kehadiran
kelas. 7) Relatif murah.
Keterbatasan
Pembelajaran Kooperatif antara lain yaitu, Memerlukan waktu yang cukup bagi
setiap siswa untuk bekerja, memerlukan latihan agar siswa terbiasa belajar
dalam kelompok, harus sesuai dengan
pembahasan materi ajar, memerlukan format penilaian belajar yang berbeda, memerlukan
kemampuan khusus bagi guru.
4.
Belajar Tematik
Belajar
tematik dikatakan sebagai suatu kegiatan belajar yang dirancang sekitar ide
pokok dan melibatkan beberapa bidang studi yang berkaitan dengan tema. Menurut
Papas dalam (Sri Anitah, 2008: 3.10) yang mengatakan bahwa pembelajaran tematik
merupakan pembelajaran yang digunakan guru untuk mendorong partisipasi aktif
pelajar.
Para
ahli mengasumsikan bahwa belajar tematik merupakan suatu cara untuk mecapai
keterpaduan kurikulum serta mencerminkan pola pikir, tujuan dan konsep-konsep
umum bidang ilmu. Karakteristik Pembelajaran Tematik antara lain: 1) Memberikan
pengalaman langsung dengan objek-objek yang nyata bagi pelajar. 2) Menciptakan kegiatan
dengan anak menggunakan kemampuan berpikirnya. 3) Membangun kegiatan sekitar
minat. 4) Membantu pebelajar mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. 5) Menyediakan
kegiatan. 6) Memberikan kesempatan bermainan. 7) Menghargai perbedaan individu.
Perlunya
Pembelajaran Tematik di SD karena pada dasarnya siswa SD awal memahami suatu
konsep secara utuh, Untuk mengembangkan kecerdasannya, Kenyataan hidup sehari-hari
menampilkan fakta yang utuh, Ada konteksnya, Guru Sd adalah guru kelas akan
lebih mudah mengajar satu konsep secara utuh,
Manfaat
Belajar Tematik adalah menghadapkan siswa pada arena yang realistik, mendorong
siswa untuk memanfaatkan suatu konteks dan membantu siswa melihat hubungan antara
ide-ide dan konsep-konsep serta
meningkatkan kemampuan pemahaman.
B.
Rumpun Model Mengajar
1. Rumpun Model
Sosial
Menurut Joice
dan weil dalam buku Sri Anitah, 2008:3.16 mengatakan bahwa model-model sosial
dirancang untuk menilai keberhasilan dan tujuan akademik, termasuk studi
tentang nilai-nilai sosial, kebijakan public, dan memecahkan masalah. Dalam
berbagai rumpun model mengajar di paparkan perkembangan sosial siswa yang
sangat penting pada kegiatan pembelajaran.
a. Partner dalam
Belajar yaitu, Mempunyai partner dalam belajar merupakan suatu kemajuan yang
sangat besar dalam pengembangan strategi mengajar yang membantu siswa bekerja
secara efektif.
b. Investigasi
Kelompok yaitu, Menekankan pada rencana pengaturan kelas umum atau
konvensional. Rencana tersebut meliputi pendalaman materi yang terpadu secara
kelompok, diskusi, dan perencanaan proyek. Model ini merupakan bentuk sederhana
dari belajar kooperatif. Pada hakikatnya investigasi kelompok ini dapat
digunakan untuk semua bidang studi.
c. Bermain
Peran merupakan guru mengajak siswa untuk memahami pengertian perilaku sosial.
Dan memiliki peranannya dalam interaksi sosial dan cara-cara memecahkan
masalah-masalah sosial dengan cara-cara yang efektif.
d. Inkuiri
Yurisprudensi adalah dengan model ini siswa berpikir tentang
kebijakan-kebijakan sosial. Siswa mempelajari kasus-kasus uang melibatkan
masalah-masalah sosial dalam suatu wilayah.
e. Kepribadian
dan Gaya Belajar merupakan dengan gaya belajar semua dapat berkembang.
Perkembangan dapat terjadi secara optimal untuk kebutuhan konseptual seseorang.
f. Inkuiri Sosial yaitu, mengajarkan informasi,
konsep-konsep, cara berpikir dan studi tentang nilai-nilai sosial dengan
memberi tugas yang menggabungkan aspek-aspek kognitif sosial.
2. Rumpun Model Pemrosesan
informasi
Menenkankan
pada cara meningkatkan pembawaan seseorang memahami
dunia dengan memperoleh dan mengorganisasikan data, memahami masalah dan mencari pemecahannya. Banyak model
pemprosesan informasi yang berguna
untuk mempelajari kemampuan diri maupun masyarakat
untuk menilai tujuan pendidikan pribadi maupun sosial.
a. Berpikir
Induktif yaitu, dalam model ini cara belajar untuk mendapatkan dan
mengoragnisasikan informasi, serta menciptakan dan menguji hipotesis yang
mendeskripsikan hubungan diantara serangkaian data.
b. Pencapaian
Konsep yaitu, Memberikan cara yang efektif untuk penyajian informasi yang
terorganisasi dan topik-topik yang berskala luas kepada siswa pada setiap tahap
perkembangan.
c. Inkuiri
Ilmiah adalah pelajar di bawah ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan
menganalisis data, mengecek hipotesis dan hakikat pembentukan pengetahuan.
d. Latihan
Inkuiri yaitu, Memberikan rancangan untuk mengajar yang menghubungkan alasan
sebab dan akibat.
e. Mnemonic
merupakan suatu strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi.
f. Sinektik
yaitu, Model dirancang untuk membantu siswa memecahkan masalah dan menulis
kegiatan-kegiatan, serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada topic dari
satu bidang ilmu.
g. Pengorganisasi
Awal merupakan memberikan struktur kognitif kepada sisw untuk memahami materi
melalui kuliah, membaca dan media yang lain.
h. Penyesuaian
Dengan Siswa merupakan model ini bertolak dari studi yang digunakan untuk
membantu kita menyesuaikan pembelajaran pada suatu tahap kematangan siswa
secara individual dan merancang cara meningkatkan perkembangan pelajar.
3. Rumpun Model Personal
Di mulai dari pandangan
tentang harga diri individu yang berusaha memperoleh
pendidikan sehingga berusaha memahami diri sendiri dengan baik.
a. Pengajaran
Nondirektif, pada model ini menekankan kerja sama antara pebelajar dengan guru.
Guru berusaha membantu dan memahami bagaimana memainkan peran utama dalam
pencapaian pendidikannya.
b. Peningkatan
Harga Diri digunakan untuk membimbing suatu program dalam hal rasa harga diri
dn kemampuan aktualisasi diri.
4.
Rumpun Model Sistem Perilaku
a. Belajar
Tuntas dan Pembelajaran terprogram merupakan aplikasi teori sistem perilaku
untuk tujuan akademik tampak dalam bentuk yang disebut belajar tuntas.Pertama,
materi yang dipelajari dipecah menjadi unit-unit dari sederhana menjadi
kompleks.
b. Pembelajaran
Langsung yaitu, pernyataan tujuan pembelajaran disampaikan secara langsung
kepada siswa, serangkaian kegiatan yang jelas dan bertujuan tentang hasil
belajar untuk memperoleh kegiatan belajar.
c. Belajar
melalui Simulasi: Latihan dan Latihan Mandiri
Dua jenis
latihan pendekatan dikembangkan dari teori perilaku kelompok cybernetic.
Salah satu diantaranya adalah model teori ke praktik dan yang lain adalah
simulasi.
Daftar Pustaka
Priansa, Donni Juni. 2017. Pengembangan Strategi dan Model Pembelajaran.
Bandung: CV Pustaka Setia
Sri Anitah. 2008. Strategi Pembelajaran di SD. Jakarta:
Universitas Terbuka
Menurut saudara apakah model pembelajaran yang digunakan dalam KTSP Sama dengan kurikulum 2013 jelaskan
BalasHapusBerbeda..karena model dalam kurtilas lebih menekankan pada kreativitas siswa serta siswa dituntut untuk aktif dan model yg digunakan adalah yg berbasis masalah siswa mampu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan sebuah masalah..sedangkan dalam ktsp model pembelajaran yg digunakan adalah konvensional dimana guru lebih aktif dibanding peserta didik... Guru sebagai satu2nya sumber informasi dalam proses pembelajaran sehingga siswa cendrung pasif
BalasHapusBagaimana persiapan pemerintah dalam peningkatan model pembelajaran di era millenial?
BalasHapusSeandainya saudari mengajarkan anak sd tingkat rendah,metode dan pembelajaran apa yg saudari pakai untuk mengajarkan agar anak dapat memahami apa yg saudari sampaikan?
BalasHapusSetelah mempelajari model belajar. Lantas jika saudara menjadi seorang guru. Model apa yang akan saudara terapkan untuk peserta didik?
BalasHapusJelaskan dan alasaannyaa
Coba saudari kemukan, model manakah yang cocok untuk di terapkan pada anak didik kelas rendah (1-3 sd)
BalasHapusCoba saudari jelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan dari model- model belajar?
BalasHapusblognya masih belum rata tolong diperbaiki, dan ada beberapa point yang di jorokkan kedalam yang seharusny tidak perlu. rujukannya masih sedikit tolong di tambahkan.
BalasHapustrima kasih kritik dan sarannya..
HapusDari beberapa model diatas. Model manakah yang paling anda kuasai saat ini? Dan apakah sudah efisien dalam pembelajaran?
BalasHapuskira2 model belajar, model pembelajaran dan model mengajar itu beda-kah nak dis?
BalasHapuskarena sebagaimana yang telah dipelajari di materi pertama, kata belajar dan pembelajaran itu meski sekilas serupa, tapi sebenarnya maknanya berbeda.